MAKASSAR, Trotoar.id – Kabupaten Barru berhasil menorehkan prestasi di tingkat regional Sulawesi dalam bidang pelayanan kesehatan. Tak hanya membawa pulang predikat Terbaik I, capaian tersebut juga mengantarkan Pemerintah Kabupaten Barru memperoleh insentif sebesar Rp2 miliar dari pemerintah pusat.
Penghargaan itu diraih dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (18/9/2026), di Hotel Claro Makassar.
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menerima langsung penghargaan tersebut dari Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus.
Barru menjadi yang terbaik dalam kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan tingkat kabupaten, mengungguli Kabupaten Banggai sebagai Terbaik II dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di posisi Terbaik III.
Capaian tersebut menjadi pengakuan atas upaya pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas dan akses masyarakat terhadap layanan medis.
Namun, bagi Bupati Andi Ina, penghargaan dan insentif yang diterima bukanlah tujuan akhir. Keduanya harus menjadi dorongan untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan agar semakin mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena persoalan akses maupun keterbatasan ekonomi.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Barru. Penghargaan ini juga menjadi tanggung jawab untuk terus berbenah dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” ujar Andi Ina.
Salah satu perhatian utama Pemkab Barru adalah keberlanjutan akses masyarakat terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.
Menurut Andi Ina, perlindungan kesehatan harus dapat dirasakan secara merata, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah dalam memperoleh layanan kesehatan.
“Kami terus menjaga agar program BPJS Kesehatan dapat diakses dan dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat Barru, terutama mereka yang memang membutuhkan. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan karena terkendala akses,” tegasnya.
Penghargaan yang diraih Barru melalui proses penilaian sejumlah indikator pelayanan kesehatan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi akses layanan kesehatan, cakupan kepesertaan JKN, ketersediaan sanitasi layak, fasilitas kesehatan sesuai standar, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis, serta inovasi daerah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan perolehan insentif Rp2 miliar, pemerintah daerah memiliki tambahan dukungan fiskal untuk memperkuat upaya peningkatan pelayanan kesehatan.
Insentif tersebut diharapkan dapat mendukung agenda pembenahan sektor kesehatan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah.
Andi Ina juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Menteri Dalam Negeri, atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Barru.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Baginya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak cukup diukur dari penghargaan yang diperoleh, melainkan dari seberapa mudah masyarakat memperoleh pelayanan, seberapa baik fasilitas yang tersedia, dan seberapa besar manfaatnya dirasakan warga.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Barru diharapkan mampu menjaga konsistensi peningkatan layanan kesehatan sekaligus menjadikan insentif yang diterima sebagai tambahan energi untuk memperluas pemerataan pelayanan.
Sebab, prestasi terbaik dalam bidang kesehatan pada akhirnya bukan hanya tentang menjadi juara di tingkat regional, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara layak, mudah, dan berkualitas.



Komentar