DENPASAR, TROTOAR.ID — Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Makassar memperluas upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini dengan menyerap praktik baik dari satuan pendidikan unggulan di daerah lain.
Salah satunya melalui kunjungan studi tiru ke PAUD Sai Prema Kumara, Kota Denpasar, Bali, Selasa (3/11/2026).
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi rombongan untuk mempelajari secara langsung pengelolaan lingkungan belajar, metode pembelajaran, serta penguatan karakter anak sejak usia dini.
Rombongan yang dipimpin Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, disambut jajaran Dinas Pendidikan Kota Denpasar, kepala sekolah, para guru, dan keluarga besar PAUD Sai Prema Kumara.
Titin mengatakan, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan memperkaya wawasan dalam mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, aman, dan menyenangkan.
“Kami datang dengan semangat untuk belajar dan memperkaya wawasan. Kami percaya peningkatan mutu PAUD tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan keterbukaan, kolaborasi, dan kemauan untuk saling berbagi praktik baik,” ujar Titin.
Sebanyak sekitar 30 orang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas pengurus Pokja Bunda PAUD, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar, termasuk kepala bidang, kepala seksi sarana dan prasarana, kepala seksi manajemen, serta sejumlah staf pendidikan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara Pokja Bunda PAUD dan perangkat daerah dalam mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
Menurut Titin, pengalaman yang diperoleh dari PAUD Sai Prema Kumara diharapkan dapat menjadi referensi untuk mengembangkan pola pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan karakter dan potensi setiap anak.
Ia menegaskan, setiap anak berhak memperoleh pengalaman belajar yang aman, nyaman, menggembirakan, dan sesuai dengan tahapan perkembangannya.
“Pengalaman dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di Kota Makassar. Hal tersebut juga sejalan dengan komitmen Pokja Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan dalam mendukung program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Denpasar, I Nyoman Handika, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar.
Ia menjelaskan, PAUD Sai Prema Kumara menjadi salah satu satuan pendidikan yang memiliki ekosistem pembelajaran cukup lengkap dan berperan dalam mendukung penerapan berbagai kebijakan pendidikan, termasuk penguatan karakter serta peningkatan kualitas pembelajaran anak usia dini.
“PAUD Sai Prema Kumara sebagai tempat pembinaan yang memiliki ekosistem pendidikan cukup lengkap. Sekolah ini menjadi salah satu ruang untuk mendorong pelaksanaan berbagai kebijakan pendidikan, termasuk penguatan karakter dan peningkatan kualitas pembelajaran anak usia dini,” ungkap Handika.
Ia juga menyebut Kota Denpasar memiliki sejumlah satuan PAUD dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing. Pada tahun ini, terdapat sekolah model yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.
Menurut Handika, pendidikan anak usia dini tidak semestinya hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik. Anak perlu dibekali enam kemampuan fondasi sebagai bekal untuk memasuki jenjang pendidikan dasar.
Hal tersebut membutuhkan lingkungan belajar yang adaptif, dukungan sarana dan prasarana memadai, serta pendampingan guru yang mampu memahami kebutuhan perkembangan anak.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pokja Bunda PAUD Makassar memperoleh pemaparan mengenai inovasi, program unggulan, dan strategi pembelajaran yang diterapkan PAUD Sai Prema Kumara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk menggali lebih jauh pengelolaan sekolah, metode pembelajaran, serta pendekatan dalam membangun karakter anak.
Rombongan juga berkesempatan menyaksikan langsung proses pembelajaran di ruang kelas, termasuk interaksi guru dengan peserta didik serta penerapan metode belajar yang kreatif, aktif, dan menyenangkan.
Melalui studi tiru ini, Pokja Bunda PAUD Makassar berharap berbagai praktik baik yang diperoleh dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan di Makassar, sehingga kualitas layanan PAUD semakin meningkat dan setiap anak memperoleh fondasi pendidikan yang kuat sejak dini. (*)



Komentar