Pasca Pemerintah Myanmar Digulingkan, Kini Ribuan Orang Demo Dukung Kudeta Militer, Meski Dikecam PBB

Suriadi
Suriadi

Jumat, 05 Februari 2021 00:32

Aksi unjuk rasa pendukung kudeta militer Myanmar, Kamis (4/2) | AFP FOTO
Aksi unjuk rasa pendukung kudeta militer Myanmar, Kamis (4/2) | AFP FOTO

TROTOAR.ID – Ribuan pendukung ‘Tatmadaw’, sebutan militer Myanmar, berunjuk rasa di Ibu Kota Naypyidaw pada Kamis, 4 Februari 2021 untuk mendukung kudeta.

Mereka mengibarkan bendera merah angkatan bersenjata dan gambar Panglima Militer Jenderal Min Aung Hlaing. Beberapa membawa tanda yang bertuliskan: ‘Penghianat nasional yang bergantung pada negara asing tidak diinginkan’ dan ‘Tatmadaw yang mencintai orang … semoga sukses’.

Baca Juga  Setelah Berhasil Kudeta Kepala Negara Myanmar, Panglima Militer Umumkan Diri Sebagai Pemimpin Baru

Sebelumnya, militer Myanmar mengambil alih pemerintahan secara paksa lewat kudeta pada Senin, 1 Februari 2021 pagi. Tentara kemudian menangkap penasihat negara Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, sejumlah politisi, dan aktivis. Kudeta militer itu langsung dikecam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara Barat.

Jenderal Min Aung Hlaing mengambil alih kekuasaan dari Pemerintah Myanmar karena alasan ada kecurangan pada pemilu November tahun lalu. Namun, Komisi Pemilihan Umum Myanmar membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga  Gadis Belia yang Mati karena Menentang Tirani Fasista

Kepolisian Myanmar menyatakan, pihaknya resmi menahan Suu Kyi karena diduga mengimpor alat-alat komunikasi secara ilegal. Suu Kyi akan ditahan sampai 15 Februari 2021 untuk penyelidikan lebih lanjut

Dokumen yang diserahkan kepolisian ke pengadilan menyebutkan Suu Kyi mengimpor alat komunikasi radio walkie-talkie. Alat komunikasi itu ditemukan oleh polisi saat menggeledah rumah Suu Kyi di Naypyitaw. Menurut kepolisian, alat tersebut diimpor secara ilegal dan digunakan tanpa izin.

Baca Juga  Jokowi ke Myanmar, Meminta Dihentikan Penggunaan Kekerasan

Sementara itu, dokumen lain menunjukkan polisi resmi menahan Presiden Win Myint karena dinilai melanggar Undang-Undang Tata Kelola Bencana. Kepolisian, pemerintah, atau pengadilan belum dapat dihubungi untuk diminta tanggapannya terkait masalah itu. AFP PHOTO

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...